BRIN Dorong KPBU Kembangkan Kapal Riset Berstandar Internasional

BRIN Dorong KPBU Kembangkan Kapal Riset Berstandar Internasional

Nusantaratv.com - 20 Februari 2026

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam acara Market Sounding Proyek KPBU Pengelolaan dan Pembangunan Armada Kapal Riset Nasional BRIN di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026. ANTARA/HO-BRIN. (Antara)
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam acara Market Sounding Proyek KPBU Pengelolaan dan Pembangunan Armada Kapal Riset Nasional BRIN di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026. ANTARA/HO-BRIN. (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan kemitraan antara pemerintah dan badan usaha melalui Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam pengelolaan dan pembangunan armada kapal riset nasional. Langkah ini diarahkan untuk menghadirkan kapal riset berstandar internasional guna memperkuat kapasitas riset kelautan Indonesia.

Kepala BRIN Arif Satria menyatakan bahwa modernisasi armada riset merupakan kebutuhan strategis untuk meneguhkan posisi Indonesia sebagai negara maritim berbasis sains.

"Proyek KPBU Pengelolaan dan Pengembangan Armada Kapal Riset Nasional ini bukan sekadar proyek pembangunan kapal biasa, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kedaulatan di bidang sains dan riset agar Indonesia sebagai bangsa maritim dapat terwujud secara ekonomi," kata Arif Satria dalam keterangan di Jakarta pada Jumat, 20 Februari 2026.

Ia menegaskan bahwa keberadaan kapal riset modern sangat krusial untuk mendukung eksplorasi potensi ekonomi bawah laut, penelitian biota laut, hingga pengembangan jasa lingkungan dan energi kelautan.

Menurut Arif, kekuatan riset sangat ditentukan oleh kualitas dan penguasaan data, terutama dalam konteks perundingan internasional terkait pengelolaan sumber daya perikanan.

"Salah satu penentu penting di dunia saat ini adalah kekuatan data. Dan kekuatan data adalah kekuatan riset," ujarnya, dikutip dari Antara.

Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 2.500 hari layar riset per tahun, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai 8.000 hari. Selisih tersebut menunjukkan perlunya penambahan armada sekaligus penguatan sistem operasional riset kelautan secara menyeluruh.

Proyek ini juga diharapkan mampu memperkuat infrastruktur riset melalui pembangunan kapal riset samudra dan pesisir, serta pengembangan sistem fleet management unit yang terintegrasi. Selain itu, BRIN akan membuka akses riset secara inklusif melalui mekanisme open call for proposal yang selaras dengan prioritas nasional.

Skema KPBU yang diterapkan menggunakan model Design Build Finance Operate Maintain Transfer (DBFOMT) dengan masa konsesi selama 20 tahun, termasuk tahap konstruksi.

Proyek kapal riset ini dirancang sebagai multipurpose research vessel berteknologi maju yang dilengkapi Remotely Operated Vehicle (ROV) dan peralatan portabel untuk mendukung empat tema prioritas riset BRIN sesuai standar internasional.

"Kami ingin proyek ini tidak hanya feasible di atas kertas, tetapi juga layak dan menarik secara bisnis sekaligus memberikan nilai tambah maksimal bagi negara dan aktivitas riset," ucap Arif Satria.

Adapun target penandatanganan perjanjian kerja sama direncanakan pada kuartal I 2027 hingga mencapai tahap financial close.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close