AHY Tekankan Penguatan Infrastruktur untuk Keamanan Siber dan Kedaulatan Digital

AHY Tekankan Penguatan Infrastruktur untuk Keamanan Siber dan Kedaulatan Digital

Nusantaratv.com - 26 Februari 2026

AHY (KemenkoInfra)
AHY (KemenkoInfra)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pentingnya pembangunan infrastruktur fisik dan digital secara terpadu guna memperkuat keamanan siber nasional sekaligus menjaga kedaulatan negara di era digital.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat menjadi keynote speaker dalam Rapat Koordinasi Nasional Keamanan Siber dan Sandi 2026 yang digelar oleh Badan Siber dan Sandi Negara pada Selasa, 25 Februari 2026.

Dalam pidatonya, AHY menekankan bahwa keamanan siber tidak bisa dipisahkan dari keamanan negara secara keseluruhan. Menurutnya, ruang digital kini menjadi salah satu medan strategis yang harus dijaga.

“Cyber security adalah national security. Kita ingin Indonesia semakin kokoh, berdaulat di ruang digital, dan aman di ruang siber untuk mendukung ekonomi yang semakin maju serta menjaga keamanan bangsa secara umum,” ujarnya.

Ia menyoroti berbagai serangan siber besar di dunia yang membuktikan bahwa serangan digital dapat melumpuhkan sistem vital sebuah negara.

(Kiri-kanan) Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Isu (Antara)

Beberapa contoh yang ia sebutkan, di antaranya serangan ransomware pada Colonial Pipeline di Amerika Serikat (2021) yang mengganggu pasokan energi, serangan NotPetya pada 2017 yang berdampak pada rantai pasok global, peretasan Bank Sentral Bangladesh pada 2016 yang menjadi salah satu kejahatan finansial terbesar, serangan WannaCry terhadap layanan kesehatan Inggris pada 2017, dan kasus SolarWinds pada 2020 yang melibatkan operasi spionase siber berskala besar.

AHY juga menyoroti posisi strategis Indonesia di dunia digital. Saat ini terdapat sekitar 229 juta pengguna internet, atau lebih dari 80 persen populasi. Selain itu, nilai ekonomi digital Indonesia telah melampaui 95 miliar dolar AS pada 2024. Besarnya ekosistem ini membuat Indonesia memiliki peluang besar sekaligus menjadi target potensial serangan siber.

Kasus kebocoran data yang pernah terjadi di dalam negeri, termasuk insiden Bjorka pada 2022, menjadi pengingat pentingnya perlindungan data publik yang lebih kuat.

AHY menekankan bahwa keamanan siber harus dirancang sejak awal pembangunan sistem, bukan ditambahkan setelah terjadi masalah. Konsep security by design dinilai penting agar risiko gangguan layanan dapat diminimalkan sejak tahap perencanaan infrastruktur digital.

Ia juga mendorong koordinasi lintas kementerian dan lembaga melalui pendekatan whole-of-government, sehingga kebijakan keamanan siber berjalan selaras dan tidak terpisah-pisah.

Menurut AHY, penguatan keamanan siber nasional juga membutuhkan investasi berkelanjutan, termasuk dalam pengembangan sumber daya manusia, teknologi keamanan, serta sistem respons insiden. Kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta juga dinilai penting karena sebagian besar infrastruktur digital berada di tangan industri.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close