Tren Gaya Hidup Sehat di CFD Senayan: Demam Alpukat hingga Nasib Petani Lokal

Tren Gaya Hidup Sehat di CFD Senayan: Demam Alpukat hingga Nasib Petani Lokal

Nusantaratv.com - 26 April 2026

Moeltiva hadir sebagai wujud nyata hilirisasi industri pangan. (Foto: Dok/Istimewa)
Moeltiva hadir sebagai wujud nyata hilirisasi industri pangan. (Foto: Dok/Istimewa)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Suasana pagi di kawasan Car Free Day (CFD) depan FX Senayan, Jakarta, Minggu (26/4/2026), tampak berbeda dari biasanya. 

Di tengah keriuhan warga yang berolahraga, sekelompok masyarakat terlihat antusias mendiskusikan tren nutrisi masa kini. 

Salah satu topik yang hangat dibicarakan adalah manfaat alpukat sebagai superfruit yang menjadi primadona bagi para penggiat pola makan sehat.

Alpukat dikenal luas sebagai buah dengan kandungan lemak sehat dan vitamin yang nyaris sempurna untuk metabolisme tubuh. 

Namun, di balik popularitasnya di meja makan kaum urban, tersimpan realitas pahit yang dihadapi para petani di sentra-sentra produksi alpukat di Indonesia.

Diskusi mengenai gaya hidup sehat ini beririsan dengan keprihatinan yang dialami oleh Jenderal (Purn) Moeldoko. 

Saat menjabat sebagai Ketua Umum HKTI pada 2024, dia kerap menerima keluhan dari para petani alpukat.

Masalahnya klasik namun menyakitkan: setiap kali panen raya tiba, harga jual di tingkat petani jatuh drastis.

Lebih memprihatinkan lagi, sekitar 30 persen dari hasil panen seringkali ditolak oleh pasar retail karena standar estetika. 

Buah yang secara fisik kurang sempurna (cacat kulit atau bentuk tidak simetris) dianggap tidak layak jual, padahal memiliki kandungan nutrisi yang sama baiknya. 

Karakter buah alpukat yang cepat membusuk membuat petani tak memiliki banyak pilihan selain merelakan hasil jerih payah mereka terbuang sia-sia.

Direktur Operasional Moeltiva, Prita Laura. (Foto: Dok/Istimewa)

Melihat kegelisahan tersebut, Prita Laura, mantan news anchor yang kini menjabat sebagai Direktur Operasional Moeltiva, bergerak cepat menangkap peluang untuk memberikan solusi nyata. 

Baginya, persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan simpati, melainkan harus melalui langkah konkret hilirisasi produk pertanian, sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat nilai tambah produk lokal.

"Kita sering melihat di satu sisi masyarakat kota kesulitan mencari alpukat berkualitas saat sedang tidak musim, namun di sisi lain petani kita justru menangis karena buahnya busuk tak terserap saat panen melimpah. Ada rantai yang terputus di sana," ungkap Prita Laura.

Melalui brand Moeltiva, Prita Laura menginisiasi proses pengolahan ekstrak alpukat murni yang dipadukan dengan bahan-bahan premium. Moeltiva hadir sebagai wujud nyata hilirisasi industri pangan. 

Produk ini mengintegrasikan manfaat alami alpukat dengan tambahan kolagen untuk kesehatan kulit, serta serat yang tinggi, namun tetap menjaga komitmen kesehatan dengan menggunakan pemanis alami stevia.

"Hilirisasi adalah kunci. Dengan mengolah alpukat menjadi bentuk ekstrak yang lebih tahan lama dan praktis dikonsumsi, kita tidak hanya membantu menstabilkan pendapatan petani dari hasil panen yang tadinya dianggap 'produk buangan', tapi juga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan nutrisi superfruit setiap hari tanpa tergantung musim," tambah Prita Laura.

Hadirnya Moeltiva di pasar nasional diharapkan menjadi standar baru bagaimana industri lokal dapat tumbuh selaras dengan kesejahteraan petani, sekaligus memenuhi kebutuhan gaya hidup sehat masyarakat urban Indonesia.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Berita Terkait
Nusantara TV-1777129503
Nusantara TV-1777004052
Nusantara TV-1776918180
Nusantara TV-1776826511
Nusantara TV-1776744493
x|close