Nusantaratv.com - Suasana siang di Pondok Pesantren Al Mubarok, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, terasa berbeda.
Di sela aktivitas belajar dan ibadah yang padat, kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa warna baru bagi para santri.
Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini mulai dirasakan dampaknya secara nyata oleh para penghuni pesantren. Bagi mereka, MBG bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi, melainkan juga menjadi bentuk kepedulian.
Ramadika, salah satu santri yang sudah delapan tahun di Pesantren Al Mubarok, menggambarkan bagaimana program ini menyentuh sisi paling mendasar dari kehidupan santri.
Dia melihat, di tengah keterbatasan yang kerap menjadi bagian dari keseharian di pesantren, kehadiran MBG terasa begitu berarti. Dia mengaku bersyukur karena program ini mampu menjawab kebutuhan.
"Dari kami yang ada di pondok pesantren, dengan adanya MBG dari pemerintah itu sangat-sangat bersyukur, karena dari segi kebutuhan pondok pesantren memang kami sangat membutuhkan MBG," ujar Ramadika, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Lebih dari sekadar bantuan, Ramadika menilai MBG mencerminkan adanya upaya pemerataan dari pemerintah. Dia melihat santri akhirnya mendapatkan perhatian yang setara dengan pelajar di sekolah umum.
Baca Juga: Berkah Dapur MBG bagi Usaha Ayam Potong Karanganyar, Pasok Hingga 2,3 Ton Daging Segar per Hari
Dari sisi pengalaman sehari-hari, dia juga merasakan perubahan kecil namun berdampak besar. Variasi menu yang dihadirkan setiap hari, menurutnya, bukan hanya membuat kebutuhan makan terpenuhi, tetapi juga menghadirkan rasa antusiasme yang baru di kalangan santri.

Kehadiran Program MBG membawa warna baru bagi para santri di Pondok Pesantren Al Mubarok, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. (Foto: Dok/Istimewa/Bakom RI)
"Menu yang di MBG itu setiap harinya berbeda-beda. Justru dengan beda-bedanya menu setiap hari itu membuat kita penerima MBG itu merasa penasaran dengan menu-menu berikutnya," ungkapnya.
Cerita serupa datang dari para santriwati yang juga merasakan manfaat langsung dari program ini. Mereka menggambarkan kebahagiaan sederhana yang muncul dari hadirnya menu-menu baru yang tidak monoton, sesuatu yang sebelumnya jarang mereka rasakan.
"Senang banget (dapat MBG), senangnya kita dapat menu-menu baru dan juga variasi buat kita," ucapnya.
Bagi para santriwati, MBG bahkan menjadi sumber inspirasi. Variasi hidangan yang disajikan membuka ide baru untuk mengembangkan menu makanan di lingkungan pesantren, yang selama ini identik dengan kesederhanaan. Tanpa disadari, program ini turut mendorong perubahan pola konsumsi menjadi lebih beragam dan menarik.
"Dan kami juga mendapatkan inspirasi juga di MBG, karena dari menunya bisa kita curi-curi, biar anak-anak juga bisa makannya lebih lahap lagi. Senang banget, karena menu-menunya juga enak-enak," lanjutnya.
Harapan mengalir seiring manfaat yang dirasakan. Para santri berharap program ini tidak berhenti di sini, melainkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk lembaga pendidikan nonformal lainnya.
Ramadika menaruh harapan besar agar program ini terus berlanjut dan semakin luas jangkauannya. Dia membayangkan manfaat MBG dapat dirasakan oleh lebih banyak pesantren dan sekolah di seluruh Indonesia.
"Saya santri mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto Atas program MBG yang sangat bermanfaat bagi kami semua," pungkasnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh