Rizal Mallarangeng: BoP adalah Terobosan, 100 Tahun Palestina-Israel Tak Pernah Damai

Rizal Mallarangeng: BoP adalah Terobosan, 100 Tahun Palestina-Israel Tak Pernah Damai

Nusantaratv.com - 21 Februari 2026

Founder Freedom Institute, Rizal Mallarangeng. (Foto: Istimewa)
Founder Freedom Institute, Rizal Mallarangeng. (Foto: Istimewa)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Pidato Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menggarisbawahi jika pendirian Board of Peace (BoP) merupakan langkah strategis dan terobosan untuk menyelesaikan konflik antara Palestina dan Israel yang tak kunjung selesai.

Menurutnya, konflik Palestina-Israel yang sudah berlangsung lama, tak bisa diselesaikan melalui tatanan geopolitik yang ada. Rubio menekankan hal itu saat pertemuan perdana BoP di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Founder Freedom Institute, Rizal Mallarangeng, mengatakan pidato Rubio itu menjadi substansi pendirian BoP. Tatanan geopolitik yang ada sekarang terbukti tak mampu menyelesaikan konflik kedua negara yang sudah berlangsung lebih dari 100 tahun.

Rizal melihat BoP hadir dengan tawaran baru, yakni perdamaian dan stabilitas jangka panjang. BoP bisa menjadi sesuatu yang baru, bahkan terobosan baru menyelesaikan konflik Palestina dan Israel.

"Saya kira kita harus bangga kita berani masuk ke dalam sistem terobosan baru ini. Yang mencoba mencari ke langkah perdamaian yang langgeng, sekaligus membangun Palestina," kata Celi, sapaan  Rizal Malarangeng dalam chanel Youtube Freedom Institute, dikutip Sabtu (21/2/2026).

Terobosan yang dimaksud, seperti pembangunan yang terencana, keberadaan police force, hingga administrasi task force. Menurutnya, hal itu baru pertama kali dilakukan di Palestina dan Israel.

Rizal melihat ada sebuah rencana yang serius yang ingin dicapai. Dan BoP ini lahir dari rahim komunitas internasional serta dipimpin oleh negara kuat seperti AS. Dan Indonesia menjadi anggota kehormatan di dalamnya.

Indonesia bisa ikut menentukan arah BoP dan menitikberatkan pada kemerdekaan Palestina. Indonesia juga bisa terus memperjuangkan solusi dua negara.

Yang juga menarik, lanjut dia, adalah pada kesempatan pertamanya, Indonesia ditawari sebuah kehormatan menjadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). 

"Tentu saja komandannya bisa Amerika, bisa negara Arab yang besar. Tapi kita yang dipercaya, itu bagus banget," katanya.

Rizal berharap BoP bisa menjadi langkah awal perdamaian dan rekonstruksi Palestina. Dan pada ujungnya sepakat soal solusi dua negara. 

"The existing order terbukti gak mampu. Sudah 100 tahun lebih. Let's try a new method. Give them a fair chance. Kita tentu saja berdoa. Saat-saat kayak gini kan bukan sinisme yang perlu," kata Rizal.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close