Nusantaratv.com - Nusantara TV kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional melalui gelaran Nusantara Sharia Economic Forum (NUSHAF) 2026, Rabu (4/3/2026).
Direktur Utama Nusantara TV, Randy Tampubolon, menyampaikan ekonomi syariah Indonesia kini telah memasuki babak baru.
Dia menekankan sektor ini bukan lagi sekadar alternatif sistem ekonomi, melainkan telah menjadi salah satu pilar penting stabilitas nasional.
Data yang dipaparkannya menunjukkan lonjakan signifikan aset keuangan syariah. Pada 2021, nilainya berada di kisaran Rp6.000 triliun. Empat tahun kemudian, pada 2025, angka tersebut telah menembus Rp10.000 triliun.
"Ini capaian yang fantastis. Indonesia juga kini berada di peringkat ketiga Global Islamic Economy Indicator," ujar Randy Tampubolon di hadapan peserta forum NUSHAF 2026 di Nusantara Studio, NT Tower, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Meski demikian, dia mengingatkan pertumbuhan angka belum sepenuhnya mencerminkan dampak nyata di lapangan. Literasi keuangan syariah, kata dia, masih berada di kisaran 60 persen.
Selain itu, perbankan syariah dinilai masih menghadapi keterbatasan ekspansi dan penetrasi pasar.
Randy Tampubolon menyoroti adanya kesenjangan antara wacana besar di tingkat kebijakan dengan realitas yang dihadapi pelaku UMKM, petani, dan nelayan.

Direktur Utama Nusantara TV, Randy Tampubolon. (Foto: Ntvnews/Dedi)
Menurutnya, potensi ekonomi halal Indonesia sangat besar, mulai dari nilai pasar halal food yang diperkirakan mencapai 109 miliar dolar AS hingga cadangan emas sekitar 110 ton per tahun yang dapat menjadi underlying penguatan ekonomi syariah.
Indonesia juga memiliki empat kawasan industri halal yang tersebar dari Banten hingga Sidoarjo. Sementara itu, akselerasi sertifikasi halal telah mencapai 5,9 juta produk dari target 10 juta produk nasional.
"Pertanyaannya, sejauh mana angka-angka ini benar-benar terkonversi menjadi kesejahteraan rakyat?" tegasnya.
Dia menyebut NUSHAF 2026 bukan sekadar ajang seremoni, melainkan ruang orkestrasi lintas sektor untuk mencari solusi konkret.
Nusantara TV, lanjut Randy Tampubolon, ingin berperan lebih dari sekadar penyampai informasi, tetapi juga sebagai katalisator perubahan.
"Ekonomi syariah tidak boleh hanya besar dalam slogan, tetapi kecil dalam transformasi. Dia harus menjadi instrumen keadilan yang memihak pada yang lemah," ujarnya.
Forum ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan dari sektor keuangan haji, industri halal, hingga pariwisata. Menteri Agama RI semula dijadwalkan membuka acara, namun berhalangan hadir karena agenda kenegaraan.
Randy Tampubolon juga menyinggung arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penguatan ekonomi syariah dalam jangka panjang hingga 2045.
Dengan capaian aset yang terus meningkat dan posisi global yang semakin kuat, tantangan berikutnya adalah memastikan ekonomi syariah benar-benar menyentuh lapisan masyarakat terbawah dan menjadi motor kesejahteraan yang inklusif.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh