Prof. Taruna Ikrar Memperoleh Pengakuan Akademik Internasional sebagai Profesor

Prof. Taruna Ikrar Memperoleh Pengakuan Akademik Internasional sebagai Profesor

Nusantaratv.com - 01 Juni 2026

Prof. Taruna Ikrar Memperoleh Pengakuan Akademik Internasional sebagai Profesor di bidang Pharmacology of Advanced Cell and Gene Therapy dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) (DOk)
Prof. Taruna Ikrar Memperoleh Pengakuan Akademik Internasional sebagai Profesor di bidang Pharmacology of Advanced Cell and Gene Therapy dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) (DOk)

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com - Perkembangan terapi sel dan gen (cell and gene therapy) membuka babak baru dalam dunia kesehatan global. Di tengah transformasi tersebut, Kepala BPOM Taruna Ikrar menerima penugasan akademik sebagai Adjunct Professor di bidang Advanced Cell Gene Therapy Pharmacology dari UTMSPACE Services, Malaysia pada Sabtu (23/5/2026). 

Penugasan akademik tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi ilmiah Taruna Ikrar dalam bidang farmakologi modern, khususnya pengembangan terapi sel dan terapi gen yang saat ini berkembang pesat di tingkat global.

Pada kesempatan tersebut, Taruna Ikrar menyampaikan inaugural lecture bertajuk Advanced Cell & Gene Therapy: Towards a New Era of Pharmacology Medicine, yang menyoroti perubahan besar dalam paradigma farmakologi dunia. 

Materi yang disampaikan dalam inaugural lecture tersebut telah dituangkan dalam buku berjudul ADVANCED CELL & GENE THERAPY: Towards a New Era of Pharmacology Medicine, A Comprehensive Academic Reference.

"Farmakologi sedang memasuki era baru. Jika sebelumnya obat berfungsi mengendalikan gejala penyakit melalui molekul kimia, kini sistem biologi dalam tubuh manusia itu sendiri dapat menjadi terapi," ujar Taruna.

Menurutnya, evolusi farmakologi menunjukkan perjalanan panjang dari penggunaan molekul kecil pada abad ke-20 yang bekerja melalui modulasi reseptor dan enzim. Lalu, berkembang menjadi terapi berbasis produk biologi, seperti antibodi monoklonal, hingga kini memasuki era living medicines atau obat berbasis sistem biologi dalam kehidupan tubuh manusia.

Konsep living medicines mengubah cara pandang terhadap obat. Tidak lagi sekadar zat kimia yang bekerja secara statis, terapi modern juga dapat memanfaatkan sel hidup, materi genetik, serta sistem biologi tubuh yang mampu beradaptasi secara dinamis di dalam tubuh manusia. 

"Perubahan ini merupakan pergeseran dari terapi yang bersifat simptomatik menuju terapi yang berpotensi memperbaiki akar penyebab penyakit pada tingkat molekuler dan genetik," jelas Taruna.

Secara global, perkembangan terapi sel dan gen menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Saat ini terdapat lebih dari 3.800 uji klinik terapi sel dan gen di lebih dari 45 negara, serta puluhan produk yang telah memperoleh persetujuan regulator internasional.

Taruna Ikrar menjelaskan bahwa terapi sel dan gen memiliki mekanisme kerja yang berbeda dibandingkan pengobatan konvensional. Pada terapi sel, sel hidup direkayasa atau dimodifikasi untuk menjalankan fungsi terapeutik tertentu. Salah satu bentuk yang berkembang pesat adalah CAR-T Cell Therapy, yaitu terapi yang memodifikasi sel T pasien agar mampu mengenali dan menyerang sel kanker secara spesifik. 

Terapi tersebut telah menunjukkan hasil menjanjikan pada jenis kanker darah, seperti acute lymphoblastic leukemia (ALL), diffuse large B-Cell lymphoma (DLBCL), dan multiple myeloma, dengan tingkat remisi lengkap pada beberapa kasus mencapai lebih dari 70%.

Selain itu, terapi berbasis sel juga berkembang melalui pendekatan dendritic cell vaccine. Vaksin sel dendritik bekerja dengan mengaktifkan sistem imun tubuh agar mengenali dan melawan sel kanker. Pendekatan ini telah digunakan pada kanker prostat dan melanoma.

Sementara itu, terapi gen bekerja dengan memasukkan, mengganti, atau memperbaiki informasi genetik untuk mengatasi penyebab penyakit secara langsung. Beberapa penerapan terapi gen telah menunjukkan hasil signifikan, di antaranya pada kondisi spinal muscular atrophy (SMA) melalui pemberian gen pengganti yang membantu memperbaiki fungsi saraf motorik. 

Selain itu, terapi berbasis clustered regularly interspaced short palindromic repeats (CRISPR)-Cas9 digunakan untuk menangani kelainan darah, seperti sickle cell disease dan talasemia, yang menunjukkan potensi pengobatan fungsional pada sebagian pasien.

"Pertanyaan yang kini mulai dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan adalah: bagaimana jika kita dapat memperbaiki blue print kehidupan untuk mengatasi penyakit yang sebelumnya dianggap tidak dapat disembuhkan?" kata Taruna.

Meski demikian, perkembangan terapi sel dan gen juga menghadirkan tantangan saintifik yang kompleks. Tantangan tersebut meliputi proses manufaktur yang sangat kompleks dan bersifat personalisasi, stabilitas produk selama penyimpanan dan distribusi, risiko respons imun tubuh, potensi off-target effect atau perubahan genetik di lokasi yang tidak diinginkan, serta kebutuhan pengawasan jangka panjang terhadap keamanan terapi. 

Selain tantangan ilmiah, perkembangan terapi modern juga memerlukan sistem tata kelola dan regulasi yang adaptif.

Sebagai regulator obat dan makanan di Indonesia, BPOM telah memperkuat kerangka pengawasan advanced therapy medicinal products (ATMP) melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced. Peraturan tersebut mengatur mengenai seluruh siklus hidup produk ATMP, mulai dari penelitian dan pengembangan, uji nonklinik, uji klinik, registrasi, produksi, hingga pengawasan pascapemasaran. 

Regulasi tersebut mencakup persyaratan evaluasi keamanan, efikasi, dan mutu produk, termasuk penerapan risk management plan untuk mengantisipasi risiko, seperti imunogenisitas, tumorigenisitas, infeksi, dan efek jangka panjang lainnya.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close