Murah Banget! Biaya Operasional JAECOO Cuma Rp 9 Ribuan per Hari

Murah Banget! Biaya Operasional JAECOO Cuma Rp 9 Ribuan per Hari

Nusantaratv.com - 17 Maret 2026

JAECOO J5 EV. (Foto: Istimewa)
JAECOO J5 EV. (Foto: Istimewa)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Kenaikan harga energi global kini menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan kendaraan. 

Pada Maret 2026, harga minyak dunia sempat menyentuh hampir USD120 per barel, level tertinggi dalam empat tahun terakhir, yang berdampak langsung pada biaya transportasi di berbagai negara.

Kondisi ini mendorong perubahan perilaku konsumen. Tak hanya melihat harga beli kendaraan, masyarakat kini semakin mempertimbangkan biaya operasional harian hingga tahunan, terutama konsumsi energi.

Di sisi lain, tren kendaraan energi baru (NEV) terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. 

Pada Januari 2026, penjualan NEV di pasar utama Eropa seperti Jerman, Inggris, Italia, dan Prancis meningkat 23,1% secara tahunan. Bahkan, segmen plug-in hybrid (PHEV) melonjak hingga 37,8%.

Fenomena ini menegaskan bahwa efisiensi energi bukan lagi sekadar isu lingkungan, tetapi sudah menjadi pertimbangan ekonomi yang krusial.

Tren Serupa Mulai Terlihat di Indonesia

Di Indonesia, pola pikir konsumen juga mulai berubah. Fluktuasi harga energi membuat calon pembeli kendaraan lebih cermat menghitung total biaya kepemilikan, termasuk biaya penggunaan sehari-hari.

Melihat tren ini, JAECOO Indonesia menghadirkan simulasi biaya operasional untuk tiga modelnya, yakni J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS. 

Perhitungan ini menggunakan asumsi penggunaan kendaraan sejauh 1.500 km per bulan, setara dengan mobilitas rata-rata di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Simulasi tersebut didasarkan pada penggunaan sekitar 50 km per hari di hari kerja serta tambahan perjalanan hingga total 500 km dalam sebulan.

JAECOO J8 SHS-P ARDIS. (Foto: Dok/Istimewa)

Menurut Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, simulasi ini dibuat untuk membantu konsumen memahami estimasi pengeluaran energi secara lebih transparan.

"Kami melihat banyak calon pembeli yang masih membandingkan berbagai teknologi kendaraan sebelum menentukan pilihan. Lewat simulasi biaya operasional ini, kami ingin membantu konsumen memahami estimasi pengeluaran energi dari setiap lini JAECOO sehingga mereka dapat memilih model yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka," ujar Jim Ma.

Biaya Operasional JAECOO J5 EV: Mulai Rp9.600 per Hari

Dari hasil simulasi, JAECOO J5 EV menjadi model paling hemat. Dengan tarif listrik sekitar Rp1.700 per kWh, biaya energi bulanannya diperkirakan hanya Rp290.760, atau sekitar Rp9.600 per hari.

Angka ini bahkan lebih murah dibanding harga secangkir kopi di pusat perbelanjaan. Efisiensi ini didukung baterai berkapasitas 60,9 kWh, dengan jarak tempuh hingga 534 km dalam sekali pengisian (berdasarkan pengujian internal). 

Artinya, untuk penggunaan harian sekitar 50 km, pengisian daya hanya perlu dilakukan beberapa hari sekali.

Dalam jangka panjang, biaya energinya pun tetap rendah, sekitar Rp872 ribu untuk tiga bulan atau sekitar Rp3,49 juta per tahun.

Perbandingan Biaya Hybrid JAECOO

Bagi pengguna yang menginginkan fleksibilitas antara listrik dan bensin, JAECOO juga menawarkan lini hybrid:

- JAECOO J7 SHS-P

Dengan konsumsi bahan bakar sekitar 35 km/liter, biaya energi diperkirakan Rp486.814 per bulan atau sekitar Rp5,84 juta per tahun.

- JAECOO J8 SHS-P ARDIS

Sebagai SUV premium, model ini tetap efisien dengan biaya sekitar Rp584.793 per bulan atau sekitar Rp7,01 juta per tahun. 

Kendaraan ini juga mampu menempuh hingga 180 km dalam mode listrik dan dilengkapi sistem AWD untuk performa optimal.

Meski lebih tinggi dibanding EV, biaya di bawah Rp600 ribu per bulan untuk SUV premium tergolong sangat kompetitif, terutama bagi pengguna yang menginginkan fleksibilitas jarak tempuh tanpa khawatir kehabisan daya.

Simulasi biaya energi kendaraan JAECOO. (Foto: Dok/Istimewa)

Lebih Hemat Dibanding Mobil Konvensional

Jika dibandingkan dengan mobil berbahan bakar bensin konvensional di kelas yang sama, pengeluaran energi bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan.

Dengan demikian, efisiensi yang ditawarkan JAECOO menjadi nilai tambah besar bagi konsumen yang ingin menekan biaya mobilitas.

Jaringan Dealer dan Penjualan Terus Tumbuh

Selain efisiensi, JAECOO juga memperkuat layanan purna jual dengan menghadirkan 25 dealer di Indonesia, termasuk yang terbaru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Dari sisi penjualan, performa JAECOO juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Gaikindo Januari 2026, JAECOO J5 EV mencatat distribusi 1.942 unit dan menjadi salah satu SUV listrik terlaris. 

Tren ini berlanjut pada Februari 2026 dengan tambahan 2.926 unit, membawa JAECOO masuk dalam delapan besar merek mobil terlaris nasional.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close