Nusantaratv.com - Masa depan industri otomotif China semakin jelas mengarah pada dominasi kendaraan listrik murni.
Hal ini diungkapkan oleh pakar otomotif ternama, Profesor Ouyang Minggao dari Universitas Tsinghua, dalam Forum Pengembangan Kendaraan Listrik Cerdas di Beijing pada 11-12 April.
Dalam paparannya, seperti dikutip dari CarNewsChina, Senin (13/4/2026), Ouyang menilai era kendaraan plug-in hybrid (PHEV) dan kendaraan listrik jarak jauh mulai memasuki fase penurunan.
Dia memprediksi, pada tahun 2040, kendaraan listrik murni akan mendominasi hingga 90% pasar otomotif di China.
Efisiensi Tinggi Jadi Kunci Dominasi
Menurut Ouyang, kendaraan listrik murni memiliki keunggulan efisiensi yang jauh melampaui teknologi lain.
Sistem penggerak listrik murni disebut dua kali lebih efisien dibanding kendaraan hidrogen, dan bahkan empat kali lebih efisien dibanding mesin pembakaran internal berbahan bakar sintetis.
Faktor inilah yang dinilai menjadi alasan utama mengapa kendaraan listrik murni akan semakin unggul dan menggantikan teknologi lainnya.
Proyeksi Pangsa Pasar hingga 2040
Ouyang juga memaparkan proyeksi ambisius terkait perkembangan pasar kendaraan energi baru di China.
Pada 2030, pangsa pasar kendaraan penumpang energi baru diproyeksikan melampaui 70%, dengan komposisi kendaraan listrik murni dan plug-in berada pada rasio 7:3.
Selanjutnya, pada 2035, pangsa pasar diperkirakan semakin menguat dan stabil di atas 80%, sementara rasio kendaraan listrik murni terhadap plug-in hybrid meningkat menjadi 8:2.
Lalu, pada 2040, pangsa pasar tetap bertahan di atas 80%, dengan dominasi kendaraan listrik murni yang kian kuat hingga mencapai rasio 9:1.
Ouyang menegaskan, pada titik tersebut, perdebatan soal teknologi kendaraan akan berakhir, dan listrik murni menjadi standar utama industri.
Baterai Solid-State Masih Perlu Waktu
Meski industri tengah ramai membicarakan baterai solid-state, Ouyang mengingatkan agar tidak terlalu terburu-buru.
Teknologi ini masih menghadapi sejumlah tantangan ilmiah, terutama terkait stabilitas kimia dan keamanan.
Dia memperkirakan baterai solid-state dengan kepadatan energi 300 Wh/kg baru akan siap secara komersial menjelang akhir 2030-an.
Perusahaan pun diminta tidak menjadikannya sekadar gimmick pemasaran.
Di sisi lain, China menunjukkan kemajuan pesat dengan kontribusi 44% paten global di bidang ini serta penurunan biaya produksi yang signifikan.
Perkembangan Keamanan Baterai
Ouyang juga menyoroti evolusi penting dalam aspek keamanan baterai kendaraan listrik. Pada 2014, penggunaan baterai ternary pada bus dihentikan karena isu keamanan.
Kemudian, pada 2020, peluncuran baterai Blade oleh BYD membuktikan baterai LFP aman untuk mobil penumpang. Dan, di masa depan, Standar baru tanpa risiko kebakaran dan ledakan.
Namun, dia menilai China masih perlu membangun sistem penilaian keselamatan baterai yang lebih otoritatif seperti di pasar global.
Transformasi Besar Industri Otomotif China
Industri otomotif China kini juga mengalami transformasi besar melalui berbagai model bisnis baru, seperti Integrasi vertikal berbasis elektrifikasi dan teknologi pintar.
Lalu, strategi dual power (kendaraan bensin dan listrik), model startup otomotif berbasis ekosistem digital, integrasi horizontal rantai nilai, serta reformasi perusahaan milik negara.
Kendaraan Komersial dan Energi Hijau
Untuk sektor truk komersial, Ouyang memperkirakan adopsi kendaraan energi baru akan tumbuh pesat dalam dekade mendatang.
Pangsa pasarnya diproyeksikan melampaui 50% pada 2030, meningkat menjadi lebih dari 60% pada 2035, dan menembus 70% pada 2040.
Sejalan dengan itu, total populasi kendaraan energi baru diperkirakan mencapai 100-150 juta unit pada 2030, melonjak ke 200-300 juta unit pada 2035, hingga akhirnya menyentuh 300-380 juta unit pada 2040.
Di sisi lain, penggunaan listrik ramah lingkungan juga menunjukkan tren yang semakin dominan.
Pada 2030, porsinya diprediksi melampaui 50% (sekitar 55-60%) dan terus meningkat hingga 65-70% pada 2035.
Dengan perkembangan ini, kendaraan listrik kian layak disebut sebagai "kendaraan energi baru" yang sebagian besar ditenagai oleh sumber energi terbarukan.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh