Nusantaratv.com - Ferrari Luce, mobil listrik terbaru Ferrari, terus menjadi bahan perbincangan hangat sejak debut resminya.
Bukan karena pencapaian teknologi atau performanya, melainkan karena desainnya yang memicu gelombang kritik dari para penggemar otomotif dan warganet di seluruh dunia.
Melansir Carscoops, Kamis (4/6/2026), dalam sepekan terakhir, Ferrari Luce menjadi sasaran berbagai sindiran di media sosial.
Mulai dari render berbasis AI yang mencoba "memperbaiki" tampilannya hingga meme yang membandingkannya dengan berbagai objek sehari-hari.
Bahkan, harga saham Ferrari sempat mengalami tekanan setelah peluncuran model tersebut.
Tak hanya netizen, sejumlah pihak ternama juga ikut memberikan komentar pedas. Produsen cokelat Toblerone sempat menyindir desain Luce, sementara mantan Presiden Ferrari, Luca di Montezemolo, dikabarkan menilai mobil tersebut begitu kontroversial hingga "bahkan produsen China pun mungkin enggan menirunya."
Mazda Sindir Lewat Luce Klasik
Mazda menjadi salah satu pabrikan pertama yang ikut meramaikan perdebatan ini. Melalui media sosial, Mazda mengunggah foto Mazda Luce SS klasik yang diperkenalkan pada era 1960-an.
Langkah tersebut dianggap sebagai sindiran halus terhadap Ferrari. Pasalnya, Ferrari diketahui telah mengamankan hak merek dagang "Luce" secara internasional setelah Mazda membiarkan hak penggunaan nama tersebut berakhir awal tahun ini.
Meski Mazda tak lagi memiliki hak atas nama tersebut, banyak warganet menilai Mazda Luce klasik memiliki desain yang jauh lebih menarik dibandingkan Ferrari Luce terbaru.
Salah satu komentar yang paling banyak mendapat respons berbunyi, "Mazda berhasil mengejek Ferrari bahkan sebelum GTA 6 dirilis," yang mengumpulkan lebih dari 4.500 tanda suka.
Nissan Ikut Menyenggol Ferrari
Tak lama setelah itu, Nissan Irlandia turut meramaikan tren tersebut melalui Instagram. Sejak peluncurannya, banyak pengguna internet membandingkan Ferrari Luce dengan Nissan Leaf generasi terbaru karena beberapa elemen desain yang dianggap serupa.
Nissan kemudian membagikan ulang salah satu gambar perbandingan tersebut dan menuliskan, "Kami akui, kami merasa tersanjung."
Mereka bahkan menambahkan kalimat, "Katanya, imitasi adalah bentuk pujian yang paling tulus. Jadi, terima kasih Ferrari."
Perbandingan itu terutama mengarah pada penggunaan kombinasi warna hitam-biru dua nada, desain bagian belakang, serta beberapa detail panel samping.
Meski demikian, banyak pengamat menilai kemiripan keduanya sebenarnya tidak terlalu signifikan.
Menariknya, unggahan sindiran dari Nissan Irlandia itu tidak bertahan lama. Postingan tersebut segera dihapus, memunculkan spekulasi pihak manajemen perusahaan memilih untuk meredam kontroversi yang berkembang.
Ferrari Bisa Saja Tertawa Terakhir
Di tengah gelombang kritik yang terus bermunculan, berbagai meme tentang Ferrari Luce masih beredar luas.
Salah satu yang paling viral adalah render AI yang membandingkan bentuk mobil tersebut dengan mouse komputer Apple.
Namun, terlepas dari kontroversi desain yang mengiringinya, Ferrari masih memiliki peluang untuk membuktikan diri.
Jika Ferrari Luce mampu mencatat penjualan yang kuat dan diterima pasar global, bukan tidak mungkin pabrikan asal Italia itu justru menjadi pihak yang tertawa paling akhir.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh