Nusantaratv.com - Jepang tengah mengalami fenomena unik di industri otomotif. Di tengah derasnya arus ekspor kendaraan ke Negeri Sakura, justru mobil buatan merek Jepang dari luar negeri semakin banyak kembali masuk ke pasar domestik.
Bahkan, jumlah impor balik ini mencapai rekor tertinggi dalam hampir tiga dekade. Sepanjang tahun 2025, tercatat 111.513 unit mobil produksi pabrikan Jepang dari pabrik luar negeri diimpor kembali ke Jepang.
Dilansir dari Carscoops, Kamis (15/1/2026), angka ini naik 19 persen dibanding tahun sebelumnya dan melampaui rekor lama 107.092 unit pada 1995. Lonjakan signifikan ini terutama didorong oleh satu nama besar, yakni Suzuki.
Suzuki Jadi Penggerak Utama Impor Balik
Suzuki menjadi kontributor terbesar dalam tren ini. Pabrikan tersebut melipatgandakan impor baliknya lebih dari tujuh kali lipat, dengan total 43.266 unit kendaraan sepanjang tahun.
Penyebab utamanya adalah peluncuran resmi Suzuki Jimny Nomade lima pintu di Jepang. Model yang telah lama dinantikan ini diproduksi di India dan langsung mendapat sambutan positif di pasar domestik.
Selain Jimny, Suzuki juga membawa SUV Fronx buatan India untuk memenuhi permintaan konsumen Jepang.
Honda, Nissan, dan Toyota Justru Menurun
Meski Suzuki melesat, tren berbeda terlihat pada beberapa produsen besar lainnya. Mengutip laporan Nikkei Asia, Honda mencatat penurunan impor balik sebesar 18 persen menjadi 37.022 unit, terutama akibat berkurangnya pengiriman SUV WR-V dari India.
Nissan mengalami penurunan lebih tajam, yakni 33 persen menjadi 9.595 unit, sementara Toyota juga turun 33 persen dengan total 9.587 unit kendaraan impor.
Toyota Bersiap Impor Mobil Amerika ke Jepang
Meski angka tahun lalu menurun, 2026 bisa menjadi titik balik bagi Toyota. Produsen otomotif terbesar dunia ini mengonfirmasi akan mulai mengimpor tiga model utama buatan Amerika Serikat (AS) ke Jepang pada akhir tahun.
Model yang akan dibawa masuk antara lain Toyota Camry, Highlander, dan pickup Tundra. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk memenuhi beragam kebutuhan konsumen Jepang sekaligus memperkuat hubungan dagang Jepang-AS.
Tantangan Harga dan Selera Konsumen Jepang
Namun, keberhasilan strategi ini belum sepenuhnya pasti. Harga jual akan menjadi faktor penentu utama. Jika banderol terlalu tinggi, minat pasar bisa terbatas.
Selain itu, konsumen Jepang dikenal lebih menyukai mobil kompak dan minivan, sehingga penetrasi SUV besar seperti Highlander atau pickup Tundra diperkirakan membutuhkan waktu.
Fenomena impor balik ini menunjukkan bagaimana strategi global produsen mobil Jepang terus berevolusi, seiring perubahan selera pasar dan dinamika perdagangan internasional.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh