Danantara Segera Terbitkan Patriot Bond Jilid II, Target Rp20 Triliun

Danantara Segera Terbitkan Patriot Bond Jilid II, Target Rp20 Triliun

Nusantaratv.com - 21 Januari 2026

Pekerja membersihkan kaca gedung Wisma Danantara Indonesia di Jakarta, Selasa (8/7/2025). Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menjalin kerja sama investasi dengan perusahaan asal Arab Saudi, ACWA Power senilai 10 miliar d (Antara)
Pekerja membersihkan kaca gedung Wisma Danantara Indonesia di Jakarta, Selasa (8/7/2025). Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menjalin kerja sama investasi dengan perusahaan asal Arab Saudi, ACWA Power senilai 10 miliar d (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Danantara Indonesia dikabarkan sedang menyiapkan penerbitan obligasi patriotik atau patriot bond jilid II. Danantara mengincar dana segar sebesar USD1,2 miliar atau Rp20 triliun pada semester I-2026 melalui patriot bond tersebut.

Pada penerbitan sebelumnya, Danantara menerbitkan obligasi tenor lima dan tujuh tahun dengan kupon sekitar 2 persen. Obligasi pemerintah Indonesia tujuh tahun saat ini menghasilkan sekitar 6,2 persen. 

Meskipun putaran pertama awalnya menargetkan USD3,1 miliar, akhirnya terkumpul USD3,6 miliar setelah beberapa obligasi tambahan terjual.

Penjualan obligasi terbaru ini terutama akan menargetkan taipan di sektor minyak sawit, serta elit bisnis yang bukan bagian dari tahap pertama seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu 21 Januari 2026.

Penawaran obligasi patriot untuk mengumpulkan uang adalah bagian dari presentasi Danantara kepada Presiden Prabowo Subianto awal bulan ini.

Danantara mencari modal tambahan karena bersiap untuk meningkatkan investasi domestik dan internasional. 

Dana tersebut, yang dilihat oleh Prabowo sebagai kendaraan kunci untuk mendorong ambisi pertumbuhan ekonominya, sejauh ini telah mengumpulkan sekitar USD5 miliar dividen dari perusahaan milik negara yang telah bergeser di bawah pengawasannya.

Danantara juga sebelumnya mengatakan telah memenangkan persetujuan untuk fasilitas kredit sindikasi tanpa jaminan senilai USD1 miliar dari bank-bank luar negeri. 

Janji kolaborasi juga datang dari beberapa pemberi pinjaman asing, termasuk Japan Bank for International Cooperation.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close