BRIN Perkuat Pembangunan Desa Lewat Konsep Desa Inovasi

BRIN Perkuat Pembangunan Desa Lewat Konsep Desa Inovasi

Nusantaratv.com - 04 Juni 2026

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (kedua kiri), Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat (kiri), Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto (kedua kanan), dan Peneliti Pusat Riset Politik BRIN Siti Zuhro (kanan) ditemui wartawan di sela-sela kegiatan BRIN Goes to Village di Jakarta, Kamis (4/6/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad/aa. (Antara)
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (kedua kiri), Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat (kiri), Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto (kedua kanan), dan Peneliti Pusat Riset Politik BRIN Siti Zuhro (kanan) ditemui wartawan di sela-sela kegiatan BRIN Goes to Village di Jakarta, Kamis (4/6/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad/aa. (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong transformasi pembangunan daerah melalui penerapan konsep Desa Inovasi yang mengedepankan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi sosial, serta pemberdayaan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi model pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam kegiatan BRIN Goes to Village yang berlangsung di Jakarta, Kamis, Peneliti Pusat Riset Politik BRIN Siti Zuhro menjelaskan bahwa Desa Inovasi dirancang sebagai pendekatan pembangunan yang terintegrasi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas manusianya, sehingga penguatan kapasitas SDM harus menjadi prioritas utama.

"Jadi, yang dipentingkan bukan membangun infrastruktur fisik seperti itu, tapi lebih pada SDM. Karena memang mimpi besar kita, Republik Indonesia, dengan Hari Kemerdekaan yang ke-81 pada Agustus ini, kita itu membangun peradaban, bukan membangun fisik gedungnya bagus, tapi manusianya memble," kata Siti.

Siti menambahkan, kehadiran Desa Inovasi diharapkan dapat mengubah pola pikir pembangunan di tingkat desa. Selama ini, banyak program yang masih berfokus pada bantuan dana atau bantuan sosial. Melalui pendekatan baru ini, masyarakat didorong untuk lebih kreatif, mandiri, dan mampu memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa konsep Desa Inovasi dibangun di atas lima pilar utama, yakni Smart and Innovative Society, Smart and Innovative Economy, Smart and Innovative Governance, Smart and Innovative Living and Environment, serta Smart and Innovative Heritage. Kelima pilar tersebut menjadi fondasi untuk menciptakan pembangunan desa yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

"Melalui program Desa Inovasi, BRIN ingin memastikan bahwa hasil riset hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Arif, dikutip dari Antara.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Ia menilai konsep Desa Inovasi sejalan dengan agenda pembangunan desa yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat perekonomian desa dan mengurangi kemiskinan.

Menurut Yandri, lima pilar yang menjadi dasar Desa Inovasi memiliki kesesuaian dengan 12 aksi bangun desa yang tengah dijalankan Kementerian Desa dan PDT. Karena itu, sinergi antara BRIN dan Kemendes PDT dinilai penting untuk mendukung pencapaian target pembangunan nasional jangka panjang.

"Kalau (kolaborasi) ini yang kita lakukan, kolaborasi ini untuk memastikan Indonesia emas tahun 2045 itu bisa on the track," ucap Yandri Susanto.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close