Miliki Potensi Besar, Komisi VII Dukung Eksplorasi dan Slimehole Panas Bumi di Sukabumi

Nusantaratv.com - 27 Mei 2023

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto saat memimpin pertemuan Kunjungan Spesifik Komisi VII di Jawa Barat, Jumat, (26/5/2023). (Wilga/nr)
Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto saat memimpin pertemuan Kunjungan Spesifik Komisi VII di Jawa Barat, Jumat, (26/5/2023). (Wilga/nr)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mendorong eksplorasi dan pengeboran slimhole di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengingat besarnya potensi panas bumi di daerah tersebut.

Hal ini dikatakannya, meski menurut data yang diterimanya dua titik pengeboran yang telah dilakukan di Sukabumi belum maksimal.

"Di sini ada proyek panas bumi, di mana itu merupakan bagian dari kebijakan, bagaimana negara dalam hal ini Kementerian ESDM mengambil tanggung jawab mengurangi resiko eksplorasi, maka di Cisolok ini telah dilakukan eksplorasi dengan juga mengebor di dua titik yang pertama ngebor 220 meter, yang kedua bisa mengukur sampai tingkat kedalaman 800 meter memang belum belum sampai titik ideal karena titik idealnya di angka di atas 1.500 meter dan bisa jadi 2.000 meter. Tetapi yang jelas ada potensi di kawasan tersebut meskipun belum dapat gambaran approvement," jelas Sugeng usai memimpin Kunjungan Spesifik Komisi VII di Jawa Barat, Jumat, (26/5/2023).

Menurut Politisi Fraksi Partai NasDem ini, potensi panas bumi di Sukabumi, dan Indonesia umumnya sangat besar dan hingga saat ini belum bisa dimanfaatkan dengan optimal. Diketahui, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang diperkirakan sekitar 24 GW, namun baru bisa dimanfaatkan sekitar 2.130 MW yang berasal dari 16 PLTP pada 14 WKP atau pemanfaatannya baru sekitar 8,9 persen dari total sumber daya (potensi) yang dimiliki. Untuk tahun 2020, pemerintah menargetkan kapasitas terpasang untuk panas bumi sebesar 2.270,7 MW.

"Ingat ya, panas bumi kita dorong untuk eksplorasi dan eksploitasi nantinya, karena panas bumi potensinya luar biasa besar. Jadi kita bahkan secara angka, kita nomor dua dunia setelah Amerika tapi pemanfaatannya hari ini memang belum optimal, maka Komisi VII mendorong agar resiko-resiko itu diambil alih oleh negara sebagian, melalui ada APBN-nya. Lantas bagaimana mempertanggungjawabkannya? Nanti kalau sudah approvement angka-angka itu, dan itu dilelang dan dilakukan oleh operator-operator panas bumi, maka itu diganti itu apa yang disebut past cost atau juga sunk cost yang dikeluarkan," jelasnya.

Namun demikian, dengan tegas Sugeng mengungkapkan eksplorasi ini harus tetap dengan pendekatan ESG (Environmental, Social and Governance). Apalagi mengingat di sekitar daerah project panas bumi ini terdapat wilayah Geopark, dan konservasi flora dan fauna.

"Jadi masalah lingkungan yang kita bahas, dari sisi konservasi, tumbuhan kalau ditebang satu harus ditanam seratus dan seterusnya, sehingga keberadaan pembangkit listrik panas bumi itu secara ekonomi itu bagus tetapi secara ekologi juga harus menjadi perhatian utama. Ini lah perlunya juga kita bertemu, kebetulan tadi juga dari Kementerian KLH, ada dinas lingkungan hidup, termasuk dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, yang juga tadi menyatakan daerah di Sukabumi ini adalah daerah konservasi flora dan fauna yang harus kita dukung juga karena ini merupakan wilayah Geopark, daerah Pelabuhan Ratu sekitarnya itu termasuk yang tadi menjadi wilayah kerja dalam proyek panas bumi tadi," jelasnya.

Lebih lanjut, Sugeng mengungkapkan keperluan terhadap energi terbarukan ini sangat penting guna mencegah terjadi perubahan iklim. Upaya ini juga dilakukan demi mengurangi energi fosil yang mendominasi dalam men-support energi kelistrikan dunia dan menurunkan emisi karbon.

"Cepat atau lambat akan kita kurangi (penggunaan energi fosil) sehingga sampai titik optimal 2060 net zero emission. Panas bumi merupakan energi yang besar sekali potensinya di Indonesia termasuk juga tenaga angin, karena disini anginnya itu sampai wilayah Garut itu sangat besar, sehingga sangat-sangat mungkin bisa juga dimanfaatkan," tutupnya. 

0

(['model' => $post])

x|close