Tanya ke Orang Pintar, Prabowo: Kenapa Sawit Malaysia Lebih Produktif?

Tanya ke Orang Pintar, Prabowo: Kenapa Sawit Malaysia Lebih Produktif?

Nusantaratv.com - 27 Juni 2026

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara Konvensi, Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 dalam Sarasehan Kebangsaan yang diikuti sekitar 2.600 rektor, dekan, dan dosen perguruan tinggi negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026. (Foto: NTVnews)
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara Konvensi, Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 dalam Sarasehan Kebangsaan yang diikuti sekitar 2.600 rektor, dekan, dan dosen perguruan tinggi negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026. (Foto: NTVnews)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Presiden Prabowo Subianto mengaku heran dengan produktivitas sawit Indonesia yang masih kalah dari Malaysia.

Hal itu terjadi saat Prabowo menyampaikan sambutan pada Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 di JCC, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Prabowo mengaku berulang kali datang ke kampus untuk mempertanyakan sejumlah hal. Termasuk mengenai teknologi dan sains yang dapat mendukung Indonesia menjadi negara maju.

"Saya datang saya minta orang-orang terpintar. Tanya Pak Brian (Mendiktisaintek, Brian Yuliarto), tanya Profesor Sigit (Dirut PT Pindad Sigit Santosa)," kata Prabowo.

Kepada para ahli dan profesor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prabowo menanyakan penyebab Indonesia tidak bisa memiliki benih gandum. Hal itu yang membuat Indonesia terus mengimpor gandum dari negara lain.

"Saya tanya profesor-profesor IPB, kenapa kita tidak bisa punya benih gandum? Kenapa kita harus impor gandum?" tanya Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga menanyakan penyebab produktivitas sawit Malaysia lebih baik dibanding Indonesia.

"Saya tanya, kenapa kelapa sawit per hektar di Malaysia produktivitasnya lebih dari kita? Kenapa? Saya selalu minta mereka," tanyanya.

Secara total, Indonesia memang menjadi negara produsen sawit terbesar di dunia, yakni mencapai 46,5 juta metrik ton per tahun dari lahan seluas 12,9 juta hektar.

Namun, produktivitas lahan sawit Malaysia mencapai 4,02 ton per hektare per tahun melampaui Indonesia yang berada di angka 3,61 ton per hektare per tahun.

Tak hanya mengenai gandum dan sawit, Prabowo juga menanyakan penyebab Indonesia belum mampu membuat mobil nasional.

"Kenapa Indonesia setelah 81 tahun tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?" tanya Prabowo.

Prabowo juga menanyakan kepada tamu undangan yang hadir terdiri dari 2.600 rektor, dosen, hingga dekan yang hadir mengenai hal tersebut.

Padahal, penjualan kendaraan di Indonesia mencapai 10 juta unit per tahun. Namun, tidak ada pabrik buatan Indonesia.

"Saya berdiri di depan saudara-saudara. Kalian yang PhD. Kenapa kita tidak punya, kita beli motor 10 juta motor tiap tahun, kenapa tidak ada pabrik buatan Indonesia?" tanya Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menilai, Indonesia saat ini sedang menuju mewujudkan mobil nasional berkat kontribusi ilmuwan dan kampus.

Salah satunya, karena kehadiran mobil Maung buatan PT Pindad. Meski belum 100% buatan Indonesia, mobil Maung telah membuat Prabowo bangga dan menjadikannya sebagai mobil kepresidenan.

"Saya ada satu kepuasan yang mendalam di hati saya waktu saya dilantik. Saya pulang dari pelantikan saya bisa naik mobil buatan Indonesia. Desainnya Indonesia, dibuat di Indonesia. Tidak 100%, dan tidak ada mobil di dunia yang 100% produknya dari satu negara. Tapi kalau 65%, 70%, itu sudah boleh kita klaim buatan Indonesia," tukas Prabowo.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close