Nusantaratv.com-Kehadiran akses internet di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang dibangun Pemerintah melalui BAKTI Komdigi membawa perubahan besar bagi efisiensi pelayanan kesehatan masyarakat.
Di Puskesmas Langgudu Timur, seluruh proses pelaporan dan administrasi medis kini telah bertransformasi ke sistem digital.
Mulai dari pendaftaran pasien, pemeriksaan, hingga penyusunan laporan berkala kini sangat bergantung pada konektivitas internet.
Salah seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Langguru Timur mengungkapkan bahwa digitalisasi ini mempermudah pekerjaan harian mereka.
"Karena sekarang kan semua laporan kita semuanya kan dilaporkan menggunakan internet semua... mulai dari pendaftaran, pemeriksaan, semuanya lewat internet. Tapi ya kalau sinyalnya lagi enggak bagus, terpaksa sih kita pakai manual dulu, nanti kalau sudah bagus kita entry lagi," ungkap Kepala Puskesmas Langgudu Timur Indah Kosola Lestari saat diwawancara dalam program Abraham di Nusantara TV, Senin (21/9).
Kisah Berburu Sinyal hingga ke Atas Gunung
Kondisi saat ini berbanding terbalik dengan masa lalu sebelum tersedianya jaringan internet di area sekitar Puskesmas dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 10 Mbps.
Sebelum ada fasilitas internet ini, para tenaga medis harus menempuh perjalanan jauh dan berburu titik sinyal demi mengirimkan laporan kerja.
"Dulu sebelum ada internet, teman-teman kalau mau input laporan kita pasti cari titik-titik tempat... ada di bawah-bawah rumah orang... tapi yang lebih banyak tuh di atas gunung sini, perbatasan Lenggudu sama Sape. Tapi kalau lagi betul-betul jelek internetnya sama sekali enggak ada, kita terpaksa harus ke kecamatan lain," terang Indah.
Koordinator Intervensi Infrastruktur TIK BAKTI, Faisal Arman Syam menjelaskan akses internet ini cakupannya memang tidak luas karena pendekatannya adalah titik lokasi seperti layanan wifi seperti biasanya dengan kecepatan 4 Mbps sampai 10 Mbps.
"Namun ke depannya pastinya terjadi perbaikan bahkan di beberapa titik lokasi itu bisa lebih dari 10 Mbps tergantung dengan waktu pemakaiannya," kata Faisal Arman Syam.
Mempermudah Rujukan Pasien dan Antrean Rumah Sakit
Akses internet juga memegang peranan krusial dalam sistem penanganan darurat dan rujukan pasien, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah terisolasi seberang laut.
Petugas medis di kawasan Rompo yang berjarak sekitar 8 kilometer dapat dengan cepat berkoordinasi melalui telepon untuk penjemputan pasien seberang laut.
Selain itu, jarak tempuh dari Puskesmas menuju Rumah Sakit di Bima yang memakan waktu perjalanan hingga 2,5 jam kini tidak lagi menjadi kendala antrean.
Dengan adanya internet, petugas dapat mendaftarkan nomor antrean pasien secara daring (online) sebelum berangkat.
"Kalau kita enggak ngantri lewat online, nyampai di Bima sudah enggak dapat nomor antrian," jelas Indah.
Prosedur rujukan juga menjadi lebih pasti karena tenaga medis wajib berkomunikasi terlebih dahulu dengan pihak rumah sakit tujuan untuk memastikan ketersediaan tempat tidur sebelum merujuk pasien.
Jika rumah sakit rujukan penuh, petugas dapat langsung berkonsultasi dengan rumah sakit lain.
Inovasi Pengawasan Obat dan Manfaat Bagi Pelajar
Tidak hanya untuk administrasi dan rujukan, jaringan internet dimanfaatkan oleh Puskesmas untuk meluncurkan inovasi pengawasan minum obat bagi pasien rawat jalan yang bertempat tinggal jauh.
Petugas mengontak nomor telepon genggam keluarga pasien untuk memantau kepatuhan konsumsi obat.
"Kebetulan kemarin kita punya inovasi di Puskesmas ini masalah... pengawasan minum obat lewat digitalisasi... jadi kita minta nomor HP keluarganya, kita pantau di situ pasiennya sudah minum obat atau belum... nanti sebelum habis, kan 2 atau 3 hari sebelum habis harus sudah ambil," papar tenaga kesehatan tersebut.
Di samping menunjang sektor kesehatan dan mempermudah rapat daring (online meeting) bagi tenaga medis di Puskesmas, keberadaan jaringan internet di titik layanan publik ini juga dimanfaatkan oleh para pelajar di daerah 3T untuk mengakses buku-buku pelajaran digital.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh