Nusantaratv.com - Pasangan guru asal Pekalongan, Jawa Tengah, Abdurrozaq dan Najwa, mengaku merasakan kemudahan memiliki rumah pertama melalui Program KPR Sejahtera yang ada di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Abdurrozaq, seluruh proses berjalan cepat dan lancar hingga akad dapat dilakukan hanya dalam waktu sekitar dua minggu.
"Sangat gembira ya, senang banget. Prosesnya sangat cepat, lancar. BPHTB-nya (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan ) gratis, biaya surat-menyurat itu gratis semua. Jadi kita cuma bayar akadnya saja. Akad itu kurang lebih Rp3 juta, DP (uang muka) 0 persen, cicilannya di Rp1.050.000 (per bulan)," ujar Abdurrozaq saat acara Akad Massal KPR Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Batang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026.
Abdurrozaq yang berprofesi sebagai guru, sementara istrinya merupakan guru mengaji, mengatakan salah satu alasan memilih perumahan tersebut adalah fasilitas umum yang dinilai mendukung kebutuhan keluarga, terutama keberadaan masjid.
"Yang bikin tertarik di sini fasumnya, fasilitas umumnya. Kayak masjid, terus lapangan. Sebelum di sini saya survei ke beberapa lokasi, sangat jarang perumahan subsidi memprioritaskan ibadah, masjid. Jadi tertariknya di situ," katanya.
Selain itu, dia menilai lingkungan perumahan ramah bagi anak dan sangat nyaman karena dilengkapi area bermain.
"Iya, di sini ada playground-nya. Betah banget. Depan masjid lapangan tenis, sebelahnya playground," tuturnya.
Menurut Abdurrozaq, suasana perumahan yang asri juga menjadi nilai tambah dibandingkan tempat tinggalnya terdahulu.
"Poin plus-nya sih asri karena kita tinggal di Pekalongan kota, panas banget. Dapat pegunungan di sini, pegunungan tapi mewah, asri kayak cluster," ujarnya.
Sementara itu, sang istri, Najwa, mengaku nyaman tinggal di lingkungan perumahan tersebut. "Nyaman," ucapnya singkat.
Abdurrozaq berharap program rumah subsidi terus dilanjutkan agar semakin banyak masyarakat dari berbagai profesi dapat memiliki rumah.
"Biasanya ambil perumahan itu kan susah, apalagi gajinya enggak pasti, tapi ini hampir semua profesi ditampung. Ini (tenornya) 20 tahun flat," katanya.
Abdurrozaq bersama keluarga berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menyediakan program yang menurutnya telah membantu keluarganya memiliki rumah pertama.
"Terima kasih Pak Presiden Prabowo atas bantuannya sehingga kita dapat memiliki rumah pertama dengan cepat dan mudah prosesnya. Terima kasih banyak," tukasnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh