Komika Igen Wahang Sentil Ketimpangan di Indonesia Timur, Ironi Ekonomi Tumbuh Tapi Rakyat Tumbang,

Komika Igen Wahang Sentil Ketimpangan di Indonesia Timur, Ironi Ekonomi Tumbuh Tapi Rakyat Tumbang,

Nusantaratv.com - 10 September 2026

Komika Igen Wahang saat tampil dalam program Suara Nusantara
Komika Igen Wahang saat tampil dalam program Suara Nusantara

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Komika asal Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Igen Wahang, menyampaikan sentilan kritis bernada satire terkait klaim pertumbuhan ekonomi nasional yang dirasa kontras dengan kehidupan rakyat bawah. Kritik sosial tersebut disampaikannya dalam panggung diskusi Suara Nusantara di Nusantara TV, Rabu (9/9) malam.

Tampil mengenakan jas berwarna biru, Igen mengocok perut pemirsa sekaligus mengajak publik merenungkan realitas ekonomi masyarakat di daerah. Ia menyoroti fenomena maraknya masyarakat yang mengalami kesulitan keuangan di tengah klaim indikator ekonomi yang positif.

Igen membuka penampilannya dengan berseloroh mengenai kondisi keuangan para mahasiswa yang hadir di studio.

"Di sini yang teman-teman mahasiswa datang dengan kondisi dompet tipis boleh tepuk tangan semua ya, semua dompet tipis ya, saya juga dompet tipis," seloroh Igen.

Ia kemudian menyinggung maraknya fenomena kenaikan harga bahan pokok, pajak, hingga BBM yang terus memberatkan beban hidup masyarakat.

Igen juga menyoroti bagaimana para pedagang terpaksa mengubah porsi makanan guna menyiasati lonjakan harga bahan baku tanpa menaikkan harga jual.

"Pedagang putar otak gimana caranya supaya mereka tidak sepi pembeli... saya takut suatu saat nanti kalau kita pesan nasi ikan tuh cuma dikasih ikan teri satu ekor," ucapnya.

Igen pun bercerita tentang kondisi di daerah asalnya di Lembata, NTT. Ia menuturkan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi setiap hari hingga mengganggu kenyamanan warga setempat. Ia mengibaratkan deretan antrean kendaraan warga di jalanan tersebut menyerupai aksi unjuk rasa massa.

Igen mengaku heran saat melihat data statistik yang mencatat pertumbuhan ekonomi provinsi NTT mencapai angka 5,01 persen. Angka tersebut dinilainya tidak sebanding dengan kenyataan bahwa NTT masih terus bertengger dalam jajaran provinsi termiskin.

Menurut Igen, fenomena ketimpangan serupa juga terjadi di berbagai wilayah Indonesia Timur lainnya yang sejatinya memiliki kekayaan hasil tambang yang melimpah. Namun, melimpahnya hasil bumi tersebut tidak serta-merta meningkatkan kesejahteraan hidup warga lokalnya.

Igen pun menyampaikan ungkapan menohok terkait ketidakadilan distribusi hasil pembangunan di wilayah kaya sumber daya alam tersebut

"Rasanya itu ironi sekali, kayak percuma kita punya tambang banyak tapi banyak rakyatnya yang tumbang," tegas Igen.

Melalui sindiran komedinya, Igen berharap pemerintah tidak hanya berpatokan pada angka statistik pertumbuhan di atas kertas. Ia mendesak adanya langkah nyata pemerintah untuk menghadirkan keadilan ekonomi agar rakyat di pelosok daerah tidak terus menjadi korban ketimpangan pembangunan. 

 

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close