Integritas AFF & Hyundai ASEAN Cup 2026 Dipertanyakan, Setelah Laga Indonesia vs Singapura Kini Heboh Kasus Laos

Integritas AFF & Hyundai ASEAN Cup 2026 Dipertanyakan, Setelah Laga Indonesia vs Singapura Kini Heboh Kasus Laos

Nusantaratv.com - 14 Agustus 2026

Laga Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026/ist
Laga Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026/ist

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Integritas ASEAN Football Federation (AFF) dan penyelenggaraan Hyundai ASEAN Cup 2026 kembali disorot. Setelah kontroversi keputusan wasit di laga Indonesia vs Singapura, kini terkuak kasus baru yang dialami Laos. 

Federasi Sepak Bola Laos (LFF) telah meminta kepolisian negaranya menyelidiki dugaan pengaturan skor (match fixing), suap, dan perjudian ilegal yang diduga melibatkan sejumlah anggota tim nasional Laos selama Hyundai ASEAN Cup 2026 berlangsung.

Kasus tersebut masih berada pada tahap penyelidikan. LFF belum menyatakan bahwa pemain tertentu terbukti melakukan tindak pidana, sedangkan identitas sejumlah pemain yang disebut masuk radar pemeriksaan juga belum diumumkan. 

Dugaan match-fixing itu tidak hanya menyangkut internal sepak bola Laos. Tetapi menjadi ujian serius juga bagi kemampuan ASEAN Football Federation (AFF) dalam menjaga integritas kompetisi regional. Respons AFF akan menentukan apakah Hyundai ASEAN Cup 2026 tetap dipandang sebagai turnamen yang kredibel atau justru dibayangi keraguan mengenai transparansi, independensi, dan pengawasan pertandingan.

Dugaan itu mencuat setelah Laos menutup fase grup Grup B dengan empat kekalahan beruntun. Laos kalah 0-5 dari Thailand pada 25 Juli, 0-4 dari Malaysia pada 28 Juli, 1-4 dari Filipina pada 1 Agustus, dan 2-7 dari Myanmar pada 4 Agustus. Rangkaian hasil buruk tersebut memicu pertanyaan publik, meskipun skor besar dan kekalahan beruntun tidak dapat dijadikan bukti bahwa pertandingan telah diatur.

Menurut pengamat sepakbola, Akmal Marhali, ujian bagi AFF bukan hanya menemukan pihak yang mungkin bertanggung jawab. "Sorotan terhadap integritas turnamen itu justru bisa melebar ke kualitas pengambilan keputusan di lapangan," jelasnya di Jakarta, Jumat (14/8/2026)

Founder SOS (Save Our Soccer) ini mengaitkan dengan kasus sebelumnya, ketika Indonesia dirugikan dalam laga penutup Grup A melawan tuan rumah Singapura pada 7 Agustus. Pertandingan itu dipimpin wasit asal Oman, Abdullah Salim Khalfan Al-Amouri.

Insiden pertama terjadi sekitar menit ke-20 ketika Mitchell Baker jatuh di kotak penalti Singapura saat berusaha menguasai atau memenangkan bola. Baker dan pemain Indonesia meminta penalti karena terjadi kontak dengan pemain Singapura, tetapi wasit tidak menunjuk titik putih.

Kontroversi kedua muncul pada menit ke-62. Kiper Singapura, Mohamad Izwan Mahbud, menangkap bola dengan tangan setelah bola datang dari sentuhan kaki rekan setimnya. Wasit membiarkan permainan berlanjut dan tidak memberikan tendangan bebas tidak langsung kepada Indonesia.

"Padahal, menurut Laws of the Game, penjaga gawang tidak boleh menangkap bola apabila bola sengaja ditendang kepadanya oleh rekan setim. Jika sentuhan itu dinilai sebagai deliberate back-pass, Indonesia seharusnya mendapat tendangan bebas tidak langsung dari jarak sangat dekat karena kejadian ada di dalam kotak penalti Singapura," ujarnya.

Dua insiden tersebut sama-sama terjadi di area penalti Singapura dan berpotensi menghadirkan situasi bola mati yang menguntungkan bagi Indonesia.

"Meski keputusan wasit tetap merupakan bagian dari penilaian teknis pertandingan, kontroversi itu memperkuat tuntutan agar AFF mengevaluasi kualitas dan konsistensi perangkat pertandingan," ungkap Akmal.

Akmal menekankan meski dugaan match-fixing Laos dan kontroversi laga Indonesia melawan Singapura merupakan persoalan berbeda. Namun keduanya bertemu pada isu yang sama, yakni kepercayaan terhadap tata kelola kompetisi. 

"AFF perlu merespons secara transparan dan memastikan bahwa Hyundai ASEAN Cup 2026 berlangsung jujur, kompetitif, serta diawasi melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close