Ferrari Gaspol Mobil Listrik, Lamborghini Tegaskan Konsumen Supercar Belum Siap EV

Ferrari Gaspol Mobil Listrik, Lamborghini Tegaskan Konsumen Supercar Belum Siap EV

Nusantaratv.com - 10 Juni 2026

Lamborghini sebelumnya berencana meluncurkan Lanzador, mobil listrik pertamanya, sebelum akhir dekade ini. (Foto: Istimewa via Carscoops)
Lamborghini sebelumnya berencana meluncurkan Lanzador, mobil listrik pertamanya, sebelum akhir dekade ini. (Foto: Istimewa via Carscoops)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Langkah besar Ferrari memasuki era kendaraan listrik lewat model pertamanya, Luce, justru memicu perdebatan di industri mobil mewah. 

Alih-alih membuat pesaingnya merasa tertinggal, Lamborghini malah semakin yakin keputusan mereka menunda mobil listrik murni adalah langkah yang tepat.

Dilansir Carscoops, Rabu (10/6/2026), CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, secara terbuka menyatakan pasar supercar listrik belum menunjukkan permintaan yang cukup kuat. 

Dalam diskusi bersama sejumlah jurnalis, dia menegaskan Lamborghini tidak melihat antusiasme pelanggan terhadap kendaraan listrik berperforma tinggi sebagaimana yang selama ini diprediksi banyak pihak.

Menurut laporan Handelsblatt, Lamborghini telah memantau tren pasar mobil mewah selama bertahun-tahun. 

Hasilnya menunjukkan adopsi kendaraan listrik di segmen premium belum berkembang sesuai ekspektasi industri otomotif global.

Padahal, Lamborghini sebelumnya berencana meluncurkan Lanzador, mobil listrik pertamanya, sebelum akhir dekade ini. Namun, proyek tersebut kini kembali ditunda. 

Peluncurannya diperkirakan baru akan terjadi setelah tahun 2030, bahkan berpotensi lebih lama, karena minat konsumen inti Lamborghini terhadap supercar listrik disebut masih sangat rendah.

Sebagai alternatif, pabrikan asal Italia itu kini lebih fokus mengembangkan lini kendaraan hybrid untuk melengkapi jajaran produknya dalam beberapa tahun mendatang.

Keputusan tersebut juga diambil di tengah ketidakpastian regulasi otomotif Eropa. Meski Uni Eropa (UE) berencana melarang penjualan mobil bermesin pembakaran internal (ICE) mulai 2035, sejumlah pengecualian, termasuk penggunaan e-fuel dan produsen dengan volume produksi terbatas, masih terus dibahas.

Di saat banyak merek mobil eksotis berlomba mengumumkan strategi elektrifikasi, Lamborghini memilih pendekatan yang lebih hati-hati dengan membiarkan kompetitor lebih dulu menguji respons pasar.

Strategi ini tampaknya tidak merugikan perusahaan. Berada di bawah naungan Grup Volkswagen, Lamborghini saat ini menjadi salah satu divisi paling menguntungkan. 

Pada 2025, perusahaan membukukan pendapatan sebesar €3,2 miliar atau sekitar US$3,7 miliar.

Meski laba operasional turun dari €835 juta menjadi €768 juta, Lamborghini tetap mencatat margin operasional impresif sebesar 24 persen, memperlihatkan bisnis mereka masih berada dalam kondisi yang sangat sehat di tengah transisi industri menuju elektrifikasi.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close