Mendukbangga Sebut HLUN ke-30 Jadi Momentum Wujudkan Lansia Produktif Hadapi Bonus Demografi

Mendukbangga Sebut HLUN ke-30 Jadi Momentum Wujudkan Lansia Produktif Hadapi Bonus Demografi

Nusantaratv.com - 09 Juni 2026

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji mewisuda siswa Sekolah Lansia dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Jakarta, Selasa (9/6/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. (Antara)
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji mewisuda siswa Sekolah Lansia dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Jakarta, Selasa (9/6/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 dimanfaatkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN untuk memperkuat upaya menciptakan lansia yang tetap aktif dan produktif dalam menghadapi tantangan sekaligus peluang bonus demografi di Indonesia.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji mengatakan salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah melalui Program Sekolah Lansia. Pada peringatan HLUN tahun ini, Kemendukbangga/BKKBN mewisuda 387 peserta Sekolah Lansia sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat belajar dan produktivitas warga lanjut usia.

"Kebetulan hari ini kita mewisuda 387 S1, S2, S3 untuk Sekolah Lansia, bagian dari program kementerian kita. Ini salah satu program prioritas, karena lumayan di Indonesia sudah ada 11 persen lebih, hampir 12 persen aging population (populasi menua) kita. Negara butuh hadir, pemerintah butuh hadir karena beliau-beliau ini rata-rata kesepian," ujar Mendukbangga Wihaji di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurut Wihaji, pemerintah terus mengembangkan berbagai program yang mendorong lansia tetap berdaya, mulai dari kegiatan sosial hingga kewirausahaan. Program Lansia Wirausaha menjadi salah satu instrumen untuk memastikan warga lanjut usia tetap memiliki aktivitas yang produktif dan mampu memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar.

"Kalau se-Indonesia Sekolah Lansia sudah banyak, hanya saja kebetulan hari ini sekitar 387. Semangatnya adalah memastikan program kita jalan dan ini sebenarnya sangat penting. Oleh karena itu saya terima kasih kepada seluruh Sekolah Lansia," ucap Mendukbangga Wihaji.

Ia menjelaskan bahwa bonus demografi tidak hanya berkaitan dengan penduduk usia muda dan produktif, tetapi juga bagaimana kelompok lansia tetap dapat berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi dan sosial.

"Yang dalam kategori produktif tentu bisa ada kegiatan yang bermanfaat, yang berdampak, yang kita sebut dengan kapitalisasi demografi. Yang paling penting hari ini adalah karena aging population kita itu hampir 12 persen, sehingga bagaimana 12 persen itu tetap ada aktivitas yang produktif," papar Mendukbangga.

Wihaji mencontohkan banyak lansia berusia 60 hingga 74 tahun yang masih aktif bekerja, berdagang, hingga menjalankan usaha secara daring. Aktivitas tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan bonus demografi sekaligus meningkatkan kualitas hidup lansia.

"Maka tadi saya tanya, apa aktivitasnya? Ada yang masih jualan, itu bagian dari bonus demografi. Ada yang mungkin kerja di lembaga tertentu, ada di yayasan, ada yang di pasar, ada juga yang masih jualan online," tuturnya, dikutip dari Antara.

Saat ini terdapat 3.051 Sekolah Lansia yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan seluruh pesertanya terhubung melalui aplikasi Lansia Berdaya (Sidaya). Selain meningkatkan kapasitas dan keterampilan, program ini juga bertujuan mengurangi kesepian yang kerap dialami lansia. Pemerintah menilai interaksi sosial yang terbangun melalui Sekolah Lansia dapat membantu menjaga kesehatan mental, mencegah depresi, serta mendorong lansia tetap sehat, aktif, dan produktif di usia senja.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close