Dorong Pemerintah Naikkan Harga Solar Subsidi, Legislator: Ada Banyak 'Permainan'

Nusantaratv.com - 14/08/2022 14:12

Wakil Ketua Komisi VII DPR Maman Abdurrahman. (Istimewa)
Wakil Ketua Komisi VII DPR Maman Abdurrahman. (Istimewa)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Wakil Ketua Komisi VII DPR Maman Abdurrahman mendorong pemerintah segera menaikkan harga solar subsidi. 

Alasannya, perbedaan harga yang jauh antara solar subsidi dan industri kerap dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab. "Saya mendorong pemerintah segera melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi di dalam negeri karena perbedaan harga BBM bersubsidi dan BBM industri sangat terpaut tinggi sekali, yaitu sekitar Rp 15 ribu. Harga solar subsidi Rp5.000 dan harga solar industri Rp20.000," ucap Maman kepada wartawan, Sabtu (13/8/2022).

Dia mengatakan perbedaan harga itu membuat banyak oknum yang 'bermain'. Maman menyebut ada pihak yang membeli solar subsidi di SPBU, lalu menjualnya untuk kebutuhan industri dengan harga Rp10.000.

"Adanya perbedaan harga subsidi yang tinggi ini menyebabkan banyak oknum di bawah, baik itu masyarakat, oknum SPBU, maupun aparatur terkait, bermain di mana mereka membeli solar bersubsidi dengan harga Rp5.000 lalu dijual ke penampung dengan harga Rp10.000," lanjut politisi Partai Golkar itu.

Para penampung yang memainkan penjualan solar ini, menurut dia, menjual ke pabrik-pabrik, tambang-tambang ilegal, ke koordinator-koordinator nelayan hingga bertransaksi di tengah laut. Fenomena antrean panjang truk-truk di depan SPBU juga sebetulnya bukan murni karena ingin isi bahan bakar kendarannya.

"Sekarang ini banyak yang truk-truk dadakan yang seolah-olah mengantre untuk kebutuhan bekerja. Padahal faktanya mereka mengisi full tangki mereka lalu dijual ke penampung-penampung di wilayahnya masing-masing dan setelah itu mereka mengantre lagi di SPBU lain," ujar Maman.

Kasus ini, menurut dia, sebetulnya menjadi salah satu penyebab keberadaan solar subsidi langka di pasar karena distribusinya mengalami kebocoran. Padahal, upaya pemerintah menaikkan kuota volume BBM bersubsidi jenis solar sudah sering dilakukan dan berjalan.

"Beberapa tahun terakhir komitmen pemerintah untuk menaikkan kuota solar bersubsidi harus kami akui sudah cukup baik namun itu semua dimanfaatkan dan dinikmati oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," terangnya.

Oleh sebab itu, di tengah tren harga minyak dunia yang terus naik pemerintah perlu menaikkan harga BBM subsidi. Sebab jika selisihnya dibiarkan akan mengakibatkan beban subsidi yang ditanggung pemerintah juga makin bertambah dan memberatkan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN). 

Maman menilai pemerintah harus segera menyesuaikan harga BBM bersubsidi untuk mencegah dampak permasalahan di sektor lain. "Demi mengamankan kepentingan yang lebih besar serta sudah saatnya kita akhiri permainan para oknum-oknum tidak bertanggung jawab di daerah," tukas Maman.
 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in